Senin, 20 Juni 2011

Hadits Ke-29 : Amalan Ahli Surga



 

الحــديث التاسع والعشرون

 

HADITS KE-29 : AMALAN  AHLI SURGA


عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ، قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ   عَظِيْمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ : تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ  بِهِ شَيْئاً، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ  الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ   اللَّيْلِ، ثُمَّ قَالَ : } تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ.. –حَتَّى بَلَغَ-  يَعْمَلُوْنَ{ُ ثمَّ قَالَ : أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وُعَمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ  يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ  عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ   يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ . [رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث  :
Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata, “Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka”. Beliau bersabda, “Engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, namun perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah SWT ; Beribadah kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, tegakkan shalat, tunaikan zakat, berpuasalah di bulan Ramadhan dan kerjakan haji ke Baitullah”.
Kemudian beliau (Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wassallam) bersabda, “Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu surga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail)”.
Kemudian beliau membacakan ayat Al-Quran As-Sajdah : 16-17 :

سُوۡرَةُ السَّجدَة

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمۡ عَنِ ٱلۡمَضَاجِعِ يَدۡعُونَ رَبَّہُمۡ خَوۡفً۬ا وَطَمَعً۬ا وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ (١٦) فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ۬ مَّآ أُخۡفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ۬ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ (١٧)

SUJUD
(16)
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya [*], sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
(17)
 Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu [bermacam-macam ni’mat] yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

[*]
Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam.

 Kemudian beliau bersabda, “Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?”. Aku menjawab, “Mau, ya Nabi Allah”.
“Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad”.

Kemudian Beliau bersabda, “Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?”. Saya berkata : “Mau ya Rasulullah”.
Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda, “Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk)”. Saya berkata, “Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?”. Beliau bersabda: “Bagaimana engkau ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkal wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari ucapan lisan mereka ?”.
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih)
 Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1.      Perhatian shahabat yang sangat besar untuk melakukan amal yang dapat memasukkan mereka ke surga.
2.      Amal perbuatan merupakan sebab masuk surga jika Allah menerimanya dan hal ini tidak bertentangan dengan sabda Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wassallam  “Tidak masuk surga setiap kalian dengan amalnya ”. Makna hadits tersebut adalah bahwa amal dengan sendirinya tidak berhak memasukkan seseorang ke surga selama Allah SWT belum menerimanya dengan karunia-Nya dan Rahmat-Nya.
3.      Mentauhidkan Allah dan menunaikan kewajibannya adalah sebab masuknya seseorang ke dalam surga.
4.      Shalat sunnah setelah  shalat fardhu merupakan sebab kecintaan Allah Ta’ala kepada hambanya.
5.      Lisan dan perbuatannya yang tidak baik dan tidak diridhoi Allah akan mencampakkan seseorang ke neraka.



Dikutip dari :
·        Buku saku “Hadits Arba’in Nawawiyah dari Syaikh Imam An- Nawawi” terbitan Bina Insani Solo
·        Compiled ebook by Akhukum Fillah


~* Rienz *~

0 komentar: